Google+ Followers

Selasa, 22 Maret 2016

Pendakian gunung cikuray via Bayongbong

Jalur Pendakian Gunung Cikuray via Bayongbong merupakan trek pendakian gunung Cikuray paling berat di antara dua jalur pendakian gunung Cikuray lainnya, yaitu jalur Cilawu dan Cikajang. Jalur Bayongbong merupakan jalur paling menantang yang biasa digunakan para pendaki gunung Cikuray. Tanjakannya tajam, butuh kekuatan fisik dan mental prima untuk melintasi jalur ini. Layak dicoba untuk menguji kekuatan tekad anda berwisata ke alam terbuka, meraih puncak Cikuray gunung tertinggi di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Saya punya cerita tentang jalur Bayongbong, pengalaman pertama kali muncak ke gunung Cikuray dari jalur Cikajang dan tersesat ke jalur Bayongbong. Sabtu, 16 Juni 2012 sekitar pukul tiga sore saya berenam berangkat dari mesjid Agung Cikajang. Sampai di lereng gunung Cikuray sudah hampir Magrib. Perut keroncongan, kami nikmati nasi timbel sengaja dibekal dari rumah. Setelah shalat Magrib, kami melanjutkan perjalanan. Lupa membawa lampu senter, hanya mengandalkan sinar dari sebuah lampu handphone. Di perjalanan kami tak sadar ada persimpangan jalur yang mengarah ke Bayongbong.
Sampai di puncak jam 11, nampak beberapa tenda yang berdiri di puncak gunung Cikuray. Rasa lelah dan letih terasa hilang, saat kaki kami menginjak tanah tertinggi di kabupaten Garut, saya bahagia bersama sahabat berada di puncak tertinggi Garut. Lampu-lampu yang bersinar di bawah (di kota Garut) menjadi pemandangan indah saat malam di puncak gunung Cikuray. Tenda pramuka yang kami bawa terpaksa dijadikan alas sekaligus selimut, karena saat itu kami tidak membawa perlengkapan naik gunung. Kami tidur di samping bangunan yang ada di puncak Gunung Cikuray, tepat di ujung jalur Cilawu. Hening, tak ada suara-suara yang saya dengar.


Saat pagi masih buta, saya terbangun karena mendengar berisik obrolan pendaki yang baru sampai. Katanya sebelum mencapai puncak gunung Cikuray mereka menghabiskan malam di puncak bayangan. Mentari pagi mulai menampakkan sinarnya, pendaki yang ada di puncak gunung Cikuray tidak mau melewatkan moment ini. Moment menyaksikan terbitnya mentari pagi di puncak gunung Cikuray tidak semua orang bisa.
Jalur Bayongbong, trek pendakian gunung Cikuray paling berat
Bangunan gedung di atas puncak gunung Cikuray
Hari sudah menjelang siang, matahari bersinar terik. Pukul 10 kami turun ke jalur dilalui semalam. Sekitar 30 menit perjalanan, kami menemukan persimpangan. Kami lupa jalan pulang, ambil jalur kiri atau kanan. Semua sepakat mengambil jalur kanan. Perjalanan semakin jauh, tidak ada tanda-tanda yang sama dengan jalur pendakian semalam. Jalannya curam, tanjakannya tajam, rupanya kami telah masuk ke jalur Bayongbong. Sudah terlanjur jauh, kami lanjutkan perjalanan pulang menggunakan jalur Bayongbong.
Jalur Bayongbong memang jalur pendakian terberat yang pernah saya tempuh untuk menuju puncak gunung Cikuray. Jalur Bayongbong tergolong berat karena tanjakannya lebih tajam dibandingkan jalur lain. Tetapi anda bisa sampai di puncak Cikuray lebih cepat kalau menggunakan jalur Bayongbong, 4 jam bisa sampai di puncak. Jalur ini aman digunakan, tetapi harus tetap hati-hati karena di manapun kita berada kita tidak pernah tahu ada bahaya yang mengancam.
Bila anda belum pernah mendaki gunung Cikuray lewat jalur Bayongbong, sebaiknya anda coba. Di jalur Bayongbong tidak ada pos pendaftaran resmi, tetapi ada baiknya anda memberitahukan rencana pendakian ke warga setempat di kampung Pabrik.
Artikelnya cukup sampai di sini dulu, kalau anda punya pengalaman menarik seputar jalur Bayongbong atau ada hal yang belum jelas dan perlu ditanyakan silahkan tinggalkan komentar pada kolom yang sudah disediakan. Penasaran dengan jalur ini? Kami menunggu anda berwisata ke Garut.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar